13 Agustus 2026

KUPP Sungai Guntung Perketat Budaya Keselamatan, Waspadai Ancaman Kebakaran Kapal di Jalur Pelayaran

0

meynewsreport.com, Sungai Guntung – Keselamatan pelayaran kembali menjadi perhatian utama di wilayah perairan Indragiri Hilir. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sungai Guntung mengeluarkan imbauan khusus kepada seluruh pemilik kapal, operator, agen pelayaran, nahkoda, hingga anak buah kapal (ABK) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran kapal yang masih kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan sejak dini, seiring tingginya aktivitas transportasi laut yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang di kawasan pesisir Sungai Guntung serta wilayah sekitarnya. KUPP menilai, kebakaran kapal tidak hanya menimbulkan kerugian material yang besar, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan jiwa penumpang dan awak kapal.

Kepala KUPP Kelas III Sungai Guntung, Capt. Yovan Siahaan, S.Si.T., M.Mar., menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas pelayaran.

“Jangan pernah menganggap sepele hal-hal kecil yang berkaitan dengan keselamatan. Kebakaran kapal sering kali berawal dari kelalaian sederhana yang sebenarnya dapat dicegah,” ujarnya.

Dalam imbauan tersebut, KUPP menyoroti kamar mesin sebagai salah satu titik yang paling rentan menjadi sumber kebakaran. Oleh karena itu, pemeriksaan instalasi listrik, kondisi kabel, selang bahan bakar, sistem pendingin mesin, hingga kebersihan area mesin dari tumpahan oli dan solar harus dilakukan secara berkala.

Selain faktor teknis, penanganan bahan bakar minyak dan gas juga menjadi perhatian serius. Aktivitas merokok saat pengisian BBM maupun penggunaan peralatan yang dapat memicu percikan api di area rawan dinilai sangat berbahaya dan harus dihindari. Penggunaan tabung LPG di atas kapal pun diwajibkan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

KUPP juga mengingatkan pentingnya ketersediaan peralatan keselamatan yang selalu dalam kondisi siap digunakan. Mulai dari APAR, pompa pemadam kebakaran, alarm pendeteksi asap, pelampung keselamatan hingga jalur evakuasi harus diperiksa secara rutin agar dapat berfungsi optimal saat keadaan darurat terjadi.

Tidak kalah penting, seluruh awak kapal diminta memahami prosedur tanggap darurat dan melaksanakan latihan penanggulangan kebakaran secara berkala. Dengan kesiapsiagaan yang baik, setiap kru diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat di tengah pelayaran.

Apabila insiden kebakaran terjadi, penumpang dan awak kapal diimbau tetap tenang, segera melaporkan kejadian kepada petugas kapal, menuju titik kumpul yang telah ditentukan, serta mengikuti instruksi nakhoda dan petugas keselamatan demi menghindari kepanikan yang dapat memperburuk keadaan.

Melalui imbauan ini, KUPP Kelas III Sungai Guntung berharap kesadaran seluruh pelaku transportasi laut terhadap pentingnya keselamatan terus meningkat. Pencegahan yang dilakukan sejak dini diyakini menjadi langkah paling efektif untuk menjaga kapal, muatan, awak kapal, dan penumpang tetap aman selama berlayar.

Dengan semangat “Api kecil jadi kawan, api besar jadi lawan”, KUPP mengajak seluruh insan maritim menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama demi terciptanya pelayaran yang aman, tertib, dan selamat sampai tujuan.(Sulaiman)

Nurhayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *