16 Agustus 2026

“Kementerian Lingkungan Hidup Siap Rehabilitasi 500 Hektare Mangrove di Kuala Selat”

0

Meynewsreport.com, kuala Selat -Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, membersamai giat Ekspedisi Merah Putih Presisi tajaaan Polda Riau, yang menyasar Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, sebuah wilayah pesisir Inhil, yang kerap diterpa abrasi.

Dalam Ekspedisi yang berlangsung pada Sabtu (15/8) ini, hadir Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, serta akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan dan jajaran, serta pemangku kepentingan lainnya.

Hadirnya Menteri Lingkungan Hidup RI, memberi peluang bagi Bupati Inhil untuk menceritakan langsung kondisi kerusakan hutan mangrove yang berdampak pada keberlangsungan hidup petani kelapa.

Sebab, Hutan Mangrove yang lenyap, membuat gelombang laut secara terus menerus menghantam daratan hingga merendam kebun kelapa masyarakat dan merusaknya.

“Saya telah mendengar keresahan pak Bupati terkait kerusakan sekitar 1000 ha Hutan Mangrove di sini. Karena itu Kementerian Lingkungan Hidup akan koordinasikan siap menanam pohon mangrove di tempat ini seluas 500 ha, tentu tak menutup kemungkinan kita buka kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain, mudah-mudahan dapat mencapai penanaman 1000 ha ke depannya nanti,” tutur Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat.

Langkah tersebut menjadi aksi nyata dalam upaya pemulihan lingkungan sekaligus pemulihan ekonomi masyarakat.

“Selain menjaga alam, tentunya kami harap, teman-teman yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelapa dapat kembali produktif dan perekonomian masyarakat setempat terus berkembang ,” imbuh Jumhur.

Bupati Inhil Herman berharap, upaya ini berdampak baik pada alam, laut beserta isinya lestari, dan masyarakat dapat hidup sejahtera.

“Semoga hutan mangrove di Kuala Selat cepat pulih. Kita harus merawatnya agar kebun kelapa masyarakat terjaga. Selain itu, kita ingin udang, ketam, dan ikan lainnya yang hidup di akar mangrove, yang juga menjadi sumber penghasilan masyarakat, dapat terpelihara pula,” harap Bupati.

Nurhayati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *