Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Inhil Perkuat Kesiapsiagaan dan Sinergi Semua Pihak
meynewsreport.com, Tembilahan– Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Apel Siaga Darurat Bencana Karhutla yang digelar Jumat (7/8) pagi di Halaman Upacara Kantor Bupati Inhil.
Bupati Indragiri Hilir diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Tantawi Jauhari menyampaikan sejumlah arahan penting dalam apel tersebut. Kegiatan ini diikuti jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, para camat beserta Forkopimcam, pimpinan perusahaan, Tim Reaksi Cepat BPBD, Basarnas, serta pihak terkait lainnya.

Dalam arahannya, Sekda Tantawi Jauhari menyampaikan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan. Hal ini mengingat kondisi wilayah Inhil yang sebagian besar merupakan lahan gambut sehingga memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Apalagi saat ini, Indonesia juga mengalami dampak perubahan iklim yang ditandai dengan cuaca ekstrem, peningkatan suhu permukaan laut, serta musim kemarau yang cenderung lebih panjang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan titik api (hotspot) lebih cepat menyebar, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini,” ungkap Sekda mewakili Bupati Inhil.

Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang setengah tahun 2026 telah terjadi kebakaran dengan luas mencapai 204,1 hektare di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, dengan jumlah 613 titik api (hotspot) yang terpantau.
Kecamatan Mandah menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar mencapai 44 hektare, sementara jumlah hotspot terbanyak tercatat berada di Kecamatan Gaung dengan 197 kejadian.
Pemkab Inhil mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla. Dampak kebakaran tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti terganggunya ekosistem dan hilangnya habitat flora serta fauna, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, hingga transportasi.
Dalam upaya antisipasi Karhutla, Bupati Inhil menyampaikan beberapa arahan, di antaranya:
- Meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.
- Memperkuat koordinasi dan sinergi seluruh pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
- Memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
- Mendorong perusahaan untuk aktif melakukan pencegahan serta menyediakan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla di wilayah operasional masing-masing.
- Memastikan seluruh personel dan peralatan selalu dalam kondisi siap siaga.
Melalui apel siaga ini, Pemkab Inhil berharap seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya Karhutla di Kabupaten Indragiri Hilir.
reporter
