Bupati Inhil Terpilih Herman Dukung Efisiensi Anggaran dan Dorong Kemandirian Daerah
Tembilahan,Meynwesreport.com – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) terpilih, Herman, menegaskan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Menurutnya, langkah ini penting agar penggunaan anggaran lebih efektif dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Kita mendukung upaya efisiensi anggaran agar pemanfaatannya lebih optimal dan tepat sasaran,” ujar Herman dalam keterangannya, Selasa (11/2/2025).
Herman memastikan pemerintahan yang akan ia pimpin akan mengkaji ulang prioritas program agar pembangunan tetap berjalan maksimal meskipun terjadi pemangkasan anggaran.
“Kita tetap optimis, meskipun anggaran dipangkas, pembangunan di Inhil harus tetap berjalan. Detailnya akan kita bahas lebih lanjut dalam agenda retreat mendatang,” tambahnya.
Selain itu, Herman berkomitmen memperkuat program ketahanan pangan dengan melanjutkan inisiatif cetak sawah yang pernah ia gagas saat menjabat sebagai Pj Bupati Inhil pada 2024. Program ini diharapkan mampu mewujudkan swasembada beras dan meningkatkan kemandirian pangan daerah.
Tak hanya sektor pertanian, pengembangan Pelabuhan Parit 21 juga menjadi salah satu prioritasnya. Herman melihat pelabuhan ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian pesisir dan meningkatkan daya saing daerah.
“Pelabuhan Parit 21 akan kita kembangkan agar bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Demi memperkuat kemandirian fiskal, Herman telah memetakan potensi pajak daerah guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Inhil agar dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
“Dana CSR harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan membantu daerah dalam menghadapi keterbatasan anggaran saat ini,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Inhil, Iwan Taruna, menyatakan dukungannya terhadap langkah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemangkasan anggaran berdampak pada sektor pembangunan, terutama infrastruktur.
“Beberapa sektor terkena dampaknya, termasuk anggaran di Dinas PU. Kami mendorong pemerintah daerah mencari solusi agar proyek pembangunan tetap berjalan,” jelas Iwan.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi PAD agar ketergantungan terhadap anggaran pusat dapat dikurangi.
“Potensi pendapatan daerah harus dimaksimalkan agar kita bisa lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada dana pusat,” pungkasnya.
Herman berharap seluruh stakeholder dapat bersinergi untuk memastikan kebijakan yang diterapkan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan mempercepat pembangunan di Inhil.
Sumber, GoRiau
