Anggota Komisi II DPRD Inhil Bacakan Visi Misi Riau 2025–2029
meynewsreport.com, TEMBILAHAN — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H.M. Yusuf Said, S.E., M.M., menghadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau Tahun 2026 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Indragiri Hilir, Jalan Akasia, Tembilahan, Minggu (9/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, H.M. Yusuf Said turut mendapat amanah untuk membacakan Visi Misi Riau Tahun 2025–2029 di hadapan peserta upacara. Pembacaan visi dan misi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau sekaligus momentum untuk memperkenalkan arah dan prioritas pembangunan Provinsi Riau lima tahun ke depan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Upacara diikuti unsur pemerintah daerah, DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Forkopimda, jajaran aparatur pemerintah, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat.
Adapun Visi Riau Tahun 2025–2029 yang dibacakan dalam kegiatan tersebut adalah:
“Riau Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis dan Maju.”
Visi tersebut menggambarkan arah pembangunan Provinsi Riau yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga menempatkan budaya Melayu, kelestarian lingkungan, kehidupan agamis, pembangunan sumber daya manusia serta kemajuan daerah sebagai bagian yang saling terintegrasi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat tujuh misi pembangunan Riau Tahun 2025–2029.
Misi pertama, membangun manusia yang sehat dan berkualitas melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata dan berkeadilan, serta memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas dan kelompok marjinal.
Misi ini menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi utama pembangunan. Pendidikan dan kesehatan yang dapat diakses secara merata diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Misi kedua, meningkatkan perekonomian, daya saing dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya secara optimal dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan.
Arah tersebut menjadi penting bagi Riau yang memiliki potensi sumber daya alam dan sektor ekonomi yang beragam. Pemanfaatan potensi daerah diharapkan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Misi ketiga, memperkuat infrastruktur yang handal guna memberikan kemudahan akses, pelayanan masyarakat dan perekonomian serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Infrastruktur yang memadai diharapkan mampu membuka akses masyarakat, memperlancar mobilitas barang dan jasa serta memperkuat hubungan antarwilayah di Provinsi Riau.
Misi keempat, memerangi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan antar masyarakat serta antarwilayah, sekaligus menjaga keseimbangan dan pemerataan pembangunan.
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh masyarakat. Pengurangan kemiskinan dan pengangguran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Misi kelima, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan berintegritas serta pelayanan publik yang berkualitas dengan dukungan aparatur yang kompeten dan profesional menuju pemerintahan yang berkelas dunia atau world class government.
Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan profesionalisme aparatur serta membangun pemerintahan yang transparan, efektif, akuntabel dan berintegritas.
Misi keenam, memperkuat riset dan inovasi serta kerja sama pembangunan guna akselerasi capaian pembangunan melalui multi helix partnership, kerja sama antar daerah maupun kerja sama global.
Penguatan riset dan inovasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
Sementara misi ketujuh, mewujudkan kebudayaan Melayu sebagai alat pemersatu dan perwujudan nilai-nilai kearifan lokal serta mendorong kehidupan bermasyarakat yang kondusif, aman, nyaman dan adil untuk semua.
Misi tersebut menegaskan pentingnya mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu sebagai identitas masyarakat Riau. Kebudayaan tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun persatuan, keharmonisan dan kehidupan masyarakat yang berkarakter.
Kehadiran H.M. Yusuf Said dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara lembaga legislatif dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan agenda pembangunan Provinsi Riau.
Sebagai Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, H.M. Yusuf Said memiliki perhatian terhadap berbagai sektor pembangunan yang berkaitan dengan perekonomian, sumber daya daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembacaan Visi Misi Riau 2025–2029 menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai arah pembangunan yang akan menjadi pedoman dalam lima tahun mendatang.
Bagi Kabupaten Indragiri Hilir, arah pembangunan Provinsi Riau memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai potensi dan kebutuhan daerah. Inhil memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik geografis serta potensi ekonomi masyarakat yang beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan hingga berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Karena itu, penguatan konektivitas antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi masyarakat dan pemerataan pembangunan menjadi bagian yang penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau Tahun 2026 juga menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui tema dan semangat pembangunan yang mengedepankan budaya Melayu, kemajuan, keberlanjutan lingkungan, kehidupan agamis dan peningkatan kesejahteraan, seluruh elemen daerah diharapkan dapat mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, sekaligus memperkuat tekad untuk mewujudkan Riau yang semakin maju, sejahtera, berdaya saing, berbudaya dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.
Kehadiran H.M. Yusuf Said dan pembacaan Visi Misi Riau 2025–2029 menjadi bagian dari momentum penting untuk memperkuat sinergi pembangunan antara Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, DPRD serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.(andi septiwan)
Nurhayati
