JANGAN BUAT ATURAN YANG MENYENGSARAKAN KAMI
meynewsreport.com, Manado – Persiapan Aksi Damai masyarakat Nusa Utara bersama LSM Kibar dalam rangka protes kebijakan yg di lakukan Pelindo Pelabuhan Manado.
Kami, Warga Masyarakat Nusa Utara yang terdiri dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap terkait pengelolaan Pelabuhan Manado.
Bagi kami, Pelabuhan Manado bukan sekadar pelabuhan. Ia adalah urat nadi, ia adalah rumah kedua, ia adalah pintu kehidupan kami. Dari pelabuhan ini kami berangkat merantau, berobat, sekolah, dan pulang membawa harapan untuk keluarga di kepulauan.
Hari ini kami melihat ada aturan-aturan baru yang justru menyulitkan kami untuk keluar masuk di pelabuhan kami sendiri. Biaya yang semakin memberatkan, akses yang semakin dipersulit, perlakuan yang membuat kami merasa seperti tamu di rumah sendiri.
Maka kami bertanya dengan jujur:
Pelabuhan Manado ada karena siapa?
Pelabuhan ini besar dan hidup karena 3 Kabupaten: SANGIHE, TALAUD, dan SITARO. Tanpa aktivitas ribuan warga Nusa Utara setiap hari, apa arti pelabuhan ini?
PERTANYAKAN PELINDO MANADO
Kami meminta Pelindo Manado untuk duduk bersama kami, mendengar kami sebagai manusia, bukan hanya sebagai angka bongkar muat. Jangan membuat kebijakan dari balik meja tanpa melihat air mata orang tua yang harus menunggu berjam-jam, ibu yang membawa anak sakit, dan mahasiswa yang kehabisan bekal karena tertahan aturan.
Oleh karena itu, kami menyatakan:
- Kami MENOLAK segala aturan yang menyengsarakan warga Nusa Utara di Pelabuhan Manado. 2. Kami meminta Pelindo Manado untuk TRANSPARAN dan membuka ruang dialog dengan perwakilan resmi Sangihe, Talaud, dan Sitaro. 3. Kami akan menggelar AKSI DAMAI secara bermartabat di awal bulan November 2026 sebagai bentuk cinta kami untuk pelabuhan ini, agar tetap menjadi pelabuhan yang manusiawi.
Aksi kami adalah aksi damai. Tidak ada anarkis. Tidak ada kebencian. Kami datang dengan doa, dengan orasi, dan dengan harapan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan dan tetap menjaga agar aktivitas pelabuhan lain tidak terganggu.
Kami percaya, pemerintah dan Pelindo masih punya hati.
Tunggu kami di awal November 2026.
Hormat kami,
Aliansi Masyarakat Nusa Utara Bersatu
Malunsemahe si kite kebi – Bersatu Kita Semua!
(Tim)
