Hari Anak Nasional 2026: Selamatkan Anak, Selamatkan Masa Depan Daerah
Meynewsreport.com, Tembilahan Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Indragiri Hilir menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi anak-anak di Kabupaten Indragiri Hilir.
Hari Anak Nasional seharusnya menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, kesehatan yang memadai, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang. Namun, hingga hari ini masih banyak persoalan yang menunjukkan bahwa hak-hak tersebut belum sepenuhnya terpenuhi.
Masih terdapat anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Di tengah berbagai program pembangunan yang dijalankan, masih ada anak yang harus mengubur cita-citanya karena tidak memiliki akses yang cukup terhadap pendidikan. Kondisi ini menjadi cerminan bahwa pemerataan pendidikan dan perlindungan sosial masih perlu diperkuat.
Selain itu, kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang terus terjadi menjadi persoalan serius yang tidak boleh dianggap biasa. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan justru menjadi korban di lingkungan yang semestinya memberikan rasa aman. Hal ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem perlindungan anak, mulai dari tingkat keluarga, sekolah, hingga pemerintah daerah.
Di berbagai sudut daerah, pemandangan anak-anak yang mengamen, memulung, bekerja sebagai badut jalanan, maupun melakukan pekerjaan lain demi membantu perekonomian keluarga masih dapat ditemukan. Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa masih ada anak-anak yang kehilangan masa bermain dan masa belajar mereka akibat tekanan ekonomi.
Lebih memprihatinkan lagi, ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap anak dan remaja semakin nyata. Generasi muda yang seharusnya dipersiapkan menjadi penerus pembangunan justru berpotensi menjadi korban peredaran narkoba apabila tidak ada langkah pencegahan yang serius dan berkelanjutan.
Ketua PC PMII Kabupaten Indragiri Hilir, Zulfikar, menegaskan bahwa Hari Anak Nasional tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tanpa evaluasi terhadap kondisi riil yang dihadapi anak-anak.
“Hari Anak Nasional harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh pemangku kebijakan. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kenyataan bahwa masih ada anak yang putus sekolah karena kemiskinan, menjadi korban kekerasan dan pelecehan, bekerja di jalanan, bahkan terpapar bahaya narkoba. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan daerah ini,” tegas Zulfikar.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu menjamin terpenuhinya hak-hak anak.
“Anak-anak bukan hanya aset masa depan, tetapi tanggung jawab hari ini. Pemerintah harus hadir secara nyata melalui kebijakan yang berpihak kepada anak, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan,” tambahnya.
Pernyataan Sikap PC PMII Kabupaten Indragiri Hilir
Dalam momentum Hari Anak Nasional 2026, PC PMII Kabupaten Indragiri Hilir mendesak:
- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi melalui penguatan program bantuan pendidikan dan perlindungan sosial.
- Dinas Pendidikan untuk meningkatkan pengawasan dan kualitas layanan pendidikan sehingga setiap anak memperoleh akses pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkuat upaya pencegahan serta pendampingan terhadap korban kekerasan dan pelecehan anak.
- Pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk melakukan penanganan yang serius terhadap anak jalanan, pengamen, badut jalanan, dan anak-anak yang bekerja di usia sekolah melalui pendekatan perlindungan dan pemberdayaan keluarga.
- Aparat Penegak Hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak serta jaringan peredaran narkoba yang mengancam generasi muda.
- Seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak dan turut mengawasi tumbuh kembang anak di lingkungan masing-masing.
PC PMII Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak-anak. Jangan biarkan mereka menjadi korban kemiskinan, kekerasan, eksploitasi, dan narkoba akibat kelalaian negara maupun lingkungan sosial.
Sebab, masa depan Indragiri Hilir tidak ditentukan oleh megahnya bangunan yang berdiri hari ini, tetapi oleh kualitas anak-anak yang tumbuh dan berkembang di dalamnya.
Nurhayati
