15 Mei 2026

Lahan Sitaan Negara, Koperasi Ajak Masyarakat Bersinergi dan Bijak Menyikapi Informasi

0

Inhil, Meynewsreport.com –  Polemik terkait pengelolaan lahan hasil sitaan negara oleh Satgas Pengelolaan Kekayaan Negara (PKH) kembali mencuat di tengah masyarakat. Sejumlah warga menuding pihak koperasi yang mengelola lahan tersebut telah “mencuri” aset negara. Namun, pihak pengelola menegaskan seluruh proses dilakukan secara resmi dan sah di mata hukum.

Menurut salah satu ketua koperasi penerima izin dari Agrinas , Koperasi yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola aset negara  sebelum menerima hak pengelolaan, terdapat serangkaian prosedur ketat yang harus dilalui.

“Sebelum kami diberi mandat, banyak proses yang dijalankan. Mulai dari pengajuan, verifikasi, hingga survei lapangan oleh pihak Agrinas terhadap koperasi yang mengajukan,” ujarnya. Sabtu, 1 november 2025.

Ia menjelaskan bahwa ketidaktahuan sebagian masyarakat mengenai prosedur tersebut seringkali memicu kesalahpahaman sehingga muncul tuduhan negatif kepada koperasi.

“Banyak masyarakat yang tidak memahami alur tersebut, sehingga kami dituduh mencuri milik negara. Bahkan ada yang sudah diberi penjelasan, tetap menyebarkan tuduhan,” tegasnya. “Tim PKH tentu bukan orang bodoh, apalagi sampai tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan.”

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jika ada masyarakat yang secara terang-terangan memanen lahan sitaan negara, tentu hal itu telah  didukung dengan legalitas yang sah.

“Kami telah dipercaya oleh Agrinas untuk mengelola lahan sitaan negara. Semua proses telah dijalankan, semua kegiatan kami laporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak pengelola mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi isu yang beredar. Mereka juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

“Agrinas tentu telah mengutus pengawas pengawas di setiap lahan yang sudah di sita oleh negara, apalagi sudah berbulan bulan di kelola oleh orang yang sama, jadi, apa mungkin masyarakat dibiarkan mencuri terus menerus, jika itu terjadi tentu APH tidak akan tinggal diam. Harap masyarakat bijak menyikapi isu yang beredar. Kami siap mempekerjakan masyarakat yang ingin bergabung dalam pengelolaan lahan, termasuk untuk pekerjaan panen buah,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *