Parkir Gratis Minimarket Alfamart dan Indomaret Tuai Pro dan Kontra
Pekanbaru — Kebijakan parkir gratis di minimarket modern seperti Indomaret dan Alfamart yang diterapkan oleh Wali Kota Pekonbaru menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Meski bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada warga, kebijakan ini ternyata menyimpan dilema sosial yang cukup kompleks.
Di satu sisi, pemberlakuan parkir gratis yang akan di terapkan oleh pihak franchise seperti Indomaret dan Alfamart merupakan langkah positif untuk meringankan beban masyarakat. Namun di sisi lain, keputusan tersebut memicu dampak sosial dan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan para juru parkir.
Sejumlah pelaku UMKM dan pekerja informal menyatakan keberatan mereka. Ratusan juru parkir terancam kehilangan mata pencaharian akibat hilangnya potensi pendapatan dari parkir. Selain itu, pengurangan retribusi parkir juga berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Salah seorang pedagang kecil, Pak Fahrizon, yang membuka usaha di sekitar area minimarket, mengungkapkan kegelisahannya. “Kami para pedagang kecil sudah cukup sulit bertahan, apalagi kalau pelanggan kami dan pelanggan Indomaret mendapat perlakuan berbeda. Kami tetap bayar parkir, tapi kalau di Indomaret dibebaskan, tentu ini tidak adil,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa potensi pendapatannya bisa menurun drastis karena pelanggan cenderung memilih belanja di tempat yang bebas biaya tambahan. “Saya salah satu pedagang kecil yang merasa terdampak,” ungkap Fahrizon.
Masyarakat berharap agar pemerintah kota bijak dalam menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak. Di satu sisi, perlu ada kenyamanan bagi warga, namun di sisi lain, keberlangsungan UMKM dan pekerjaan informal seperti juru parkir juga harus menjadi perhatian.
“Kami mohon agar pemerintah tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan pembeli, tapi juga keadilan bagi pelaku ekonomi kecil,” tutup Fahrizon.
