15 Mei 2026

Hotel Pinang Iin Diduga Bebas Biarkan Tamu, Anak di Bawah Umur Tertangkap Sekamar dengan Lawan Jenis

0

TEMBILAHAN – Meynewsrepoet.com. Warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, menyampaikan keluhan terhadap operasional salah satu hotel yang berada di pusat kota, yakni Hotel Pinang Inn, karena diduga membiarkan tamu menginap tanpa prosedur verifikasi yang ketat.

Keluhan ini mencuat usai seorang ibu mendapati anak perempuannya yang masih di bawah umur berada di dalam kamar hotel tersebut bersama sejumlah remaja laki-laki, pada Jum’at (20/6/2025). Sang ibu mengaku melakukan penggerebekan sendiri karena curiga terhadap aktivitas anaknya.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, pihak hotel disebut tidak melakukan pengawasan terhadap tamu non-pemesan kamar. Orang luar yang tidak terdaftar sebagai tamu disebut bisa masuk dan keluar kamar tanpa pemeriksaan identitas atau klarifikasi keperluan.

Selain kejadian tersebut, keluhan juga datang dari warga sekitar yang menyebut bahwa hotel ini kerap dijadikan tempat menginap oleh pasangan yang diduga bukan suami istri sah. Mereka menilai hal ini mencoreng norma sosial dan agama yang berlaku di lingkungan masyarakat.

“Kami sering lihat pasangan muda-mudi masuk hotel. Sikap mereka mencurigakan, dan kami menduga bukan pasangan suami istri,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

“Tidak ada ketegasan dari pihak hotel. Mereka tidak tahu siapa yang masuk dan keluar. Ini bukan sekadar soal bisnis, tapi soal moral dan masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat mendesak agar Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Dinas Pariwisata dan aparat penegak hukum, segera melakukan evaluasi terhadap izin operasional hotel serta meningkatkan pengawasan terhadap penginapan lainnya di wilayah tersebut.

Hal ini penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan fasilitas akomodasi yang berpotensi merusak moral generasi muda dan melanggar ketertiban umum.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, perwakilan Hotel Pinang Inn atas nama Yeni menyatakan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur standar, termasuk memeriksa KTP pada saat proses check-in.

“Pihak hotel kan mereka cek in pake KTP, yang jelas kita sudah foto KTP nya. Mereka mau ngapain kan tidak tau, tak mungkin kami cek satu persatu. Kita hanya menyediakan kamar, kalo mereka didalam mau ngapain kita tidak tau” Ujar Yeni.

Dari hasil investigasi redaksi, kuat dugaan bahwa adanya pembiaran oleh pihak hotel, dan kurang nya pengawasan padahal di resepsionis ada CCTV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *